Rangkuman | Materi Pembelajaran Sekolah | Tutorial | dan lainnya

Monday, 12 August 2013

PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN RI


-          S.K. (Memahami usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Indikator:
2.1 mengidentifikasi serta melacak aktivitas diplomasi Indonesia di dunia Internasional untuk mempertahankan kemerdekaa Republik Indonesia
3.1 mendeskripsikan serta melacak aktivitas diplomasi Indonesia di dunia Internasional untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia
Berikut ini beberapa aktivitas diplomasi berupa perundiangan atau persetujuan antara lain:
I.             Perundingan Soekarno – Van Mook (23 Oktober 1945)
Delegasi/Wakil Indonesia        : Soekarno, Moh. Hatta, Ahmad Soebardjo, dan H. Agus Salim
Belanda                       : Van Mook dan Van Der Plass
Isi Perundingan            : Van Mook mengemukakan masalah Indonesia menjadi Negata persemakmuran berbentuk  federal dan memasukkan Indonesia ke dalam anggota PBB.

II.           Perundingan Sultan Syahrir –Van Mook 917 november 1945)
Tempat                       : markas tentara Inggris di Jakarta, Indonesia
Delegasi/Wakil Indonesia        : Sultan Syahrir
Belanda                       : Van Mook
Isi Perundingan            : Tidak membuahkan hasil tetapi menempatkan Indonesia sederajat dengan Belanda.

III.         Perundingan Hoge Valuwe (14 – 25 April 1946)
Tempat                       : di kerajaan Belanda di Hoge Valuwe
Delegasi/wakil Indonesia        :        Mr. Soewandi
                                           Dr. Soedarsono
                                           Mr. Abdul Karim
Belanda                       :        Dr. Van Mook
                                           Prof. Van Arbeck
                                           Dr. Van Royen
                                           Prof.  Logeman
                                           Sultan Hamid Ii
                                           Soejo Santoso
Isi Perundingan
Dalam perundingan dibicarakan tentang tuntunan adanya peakhiran dari Belanda atas kekuasaan de facto wilayah RI yang terdiri atas Jawa, Madura, dan Sumatera akan tetapi Belanda hanya mengakui kekuasaan RI atas Jawa dan Madura.

IV.         Perundingan Linggar Jati (10 November 1946)
Tempat                                 : Linggar Jati, dekat Kota Cirebon
Delegasi/wakil Indonesia                  : Sultan Syahrir
Belanda                                : Prof. Scermerhorn
Pemimpin sidang Inggris                  : Lord Killearn
Isi perundingan:
1.    Belanda mengakui secara de facto kekuasaan RI atas Sumatera, Jawa, dan Madura
2.    Belanda dan RI bersama-sama menyelenggarakan berdirinya Negara Indonesia Serikat
3.    Negara Indonesia Serikat tetap bekerjasama dengan pemerintahan Belanda, dengan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai kepala Uni.

V.           Perundingan Renville (17 Januari 1948)
Tempat                       : di Geladak Kapal Renville
Delegasi/wakil Indonesia        : Perdana Menteri amir Syarifudin
Belanda                       : Abdul Kadir Widjojoatmojo
Isi perundingan            :
1.    Belanda tetap berdaulat smapai terbentuknya RI
2.    RI memiliki kedaulatan yang sejajar dengan Belanda dalam Uni Indonesia-Belanda
3.    RI merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS)
4.    Tentara Indonesia di daerah Belanda harus dipindahkan ke daerah RI.

VI.         Perundingan Roem – Royen (14 April – 7 Mei 1949)
Tempat                       : di Hotel Des Indes, Jakarta
Delegasi Indonesia                 : Moh. Roem
Belanda                       : Dr. Van Royen
Isi perundingan
1.    Penghentian perang Gerilaya, pemeritahan dan pemimpin-pemimpin RI dikembalikan ke Yogyakarta
2.    Belanda akan mengoyong RI untuk menjadi negara bagian RIS dengan memiliki depertiga suara dalam perwakilan rakyat
3.    Kedua belah pihak itu ikut dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda.

VII.       Konferensi Meja Bundar (23 Agustus – 2 November 1949)
Tempat             : Den Haag, Belanda.
Delegasi Indonesia       : Moh. Hatta
BHO                  : Sultan Hamid II
Belanda             : Mr. Van Maarseveen
UNCI                : Chritchey
Isi perundingan  :
1.    Belanda mengakui kedaulatan RIS pada akhir bulan Desember 1949
2.    Mengenai Irian Barat penyelesaian ditunda satu tahun setelah pengakuan kedaulatan
3.    Antara RIS dan kerajaan Belanda akan diadakan hubungan UNI INDO-BELANDA yang diketuai Ratu Belanda
4.    Seluruh tentara Belanda akan ditarik mundur
5.    Pembentukan Angkatan Perang RIS (APRIS) dengan TNI sebagai gantinya.
                                          

Kasih Kado Unik Yuk!!

Kasih Kado Unik Yuk!!

Join Ya :)

Total Pageviews

Blog Archive

@melia_ni. Powered by Blogger.