Skip to main content

KATANYA IKHLAS (Drama Anekdot Untuk 4 Orang)





Suatu hari di sebuah gedung terbuka, seorang calon legislatif sedang berkampanye, ia mengumbar janji-janjinya.

Caleg : "Bersama saya, saya akan memimpin masyarakat semua, mengayomi, dan mensejahterakan, saja janji setelah saya duduk yak ada yang kelaparan. Saya akan menjabat dengan jujur dan ikhlas untuk rakyat.

Cureng : (Komat kamit menirukan kata-kata orang itu)
Cigul : "Lama-lama monyong kau, Reng."
Cureng : "Asal gak semaju monyong lo."
Cigul : "Buset dah! Eh, Reng. kayaknya ini pantas di coblos."
Cureng : (menyipitkan mata) "Ku hajar kau! Kau tahu wajahnya?"
Cigul : "Jelas tahu lah!"
Cureng : "heh, tunggu nanti." (sinis)

Pagi- pagi sekali, bahkan saat matahari masih dibelakang pelupuk mata, cureng terlah menyusuri jalan-jalan.
Cureng : "Muka sampah, muka sampah, lalalala, muka sampah, hahaha muka sampah, (Bersenandung sembari meniti tepian jalan)
Cigul : "Eh maling!" bising kau subuh-subuh gini! ayam saja belum berkokok, kau sudah berkicau!"
Cureng : "Ini aku kawan, Cureng."
Cigul : "Ebuset!" (berlari menarik sarung ke arah Cureng) "Ampun pak, jangan marah, apa yang kau kerjakan?"
Cureng : "Kau masih ingat wajah ini?" (menunjuk spanduk kampanye yang ia coret-coret)
Cigul : "Yang kemarin kau monyong-monyongin kan?"
Cureng : "Nah, Pintar!" (Menepuk jidad Cigul) "Kau lihat wajahnya, cipipinya ada tahi lalat hitam besar, ya... bisa dikatain tompel lah. Ehm... di jidadnya ada nehi-nehi India, ditelinganya ada anting wanita yang anjang menjuntai. hehehe (terkekeh)
Cigul : "Para! itu kan kau yang buat!"
Cureng : "Cantik kan? Hehe"

Tiba-tiba mobil pembawa sepanduk itu berhenti didekat Cureng dan Cigul

Pemasang Spanduk : "Sial kau! Kenapa kau coret-coret?"
Caleg : "Kau tahu berapa uang yang saya habiskan untuk membuat satu spanduk ini?"
Cureng : "Seribu? Sejuta? Satu milyar? atau satu triliun?"
Caleg : "Ah,,, Bocah!!"
Cureng : "(memonyong-monyongkan bibir) kau ingat kan saat kau teriak-teriak dihadapan rakyat?" (mengejek)
Caleg : "Iya, kenapa emangnya?"
Cureng : "Saya ini raktat dan Anda harus ikhlas akannya." (menyejek)
Caleg : (tercengang tak berdaya)
Cureng : "Mati kau, Nak!!! Hahaha"


Oleh : Meliani
Kelas : X AK3

Comments

Popular posts from this blog

LOGO SMKN 3 TANJUNGPANDAN, LOGO SMKN PARIWISATA TANJUNGPANDAN

RANGKUMAN IPS KELAS 7 TENTANG KERAJAAN HINDU-BUDDHA

1. Munculnya Agama Hindu dan Budha           a. Agama Hindu   Sebelum Hindu lahir, di lembah Sungai Indus (sekarang wilayah Pakistan) telah berkembang kebudayaan yang tinggi yaitu “Kebudayaan Mohenjo Daro dan Harappa” milik bangsa Dravida sekitar tahun 1500 SM. Bangsa Arya melalui celah Kaiber masuk ke India, menakhlukkan dan menguasai kota-kota di lembah Indus yang tadinya dikuasai oleh bangsa Dravida. Dalam penyebarannya suku bangsa Arya ada yang melangsugkan pernikahan dengan orang-orang Dravida sehingga terbentuklah masyarakat dan generasi baru yang disebut “Bangsa Hindu”.   Tradisi dan kepercayaan bangsa Hindu inilah yang disebut agama dan kebudayaan Hindu.     Agama hindu merupakan kepercayaan yang memuja dan menyembah banyak dewa (politheisme) dewa utamanya disebut TRIMURTI terdiri dari Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pemelihara) dan Siwa (dewa perusak). Kitab suci agama Hindu adalah kitab Wed...

Andai Aku Jadi Presiden

       Ketika ditanya oleh bapak, ibu guru di SD, “Apa cita-citamu, Mel?”, dengan bangga aku menjawab, “Mau jadi Ibu Presiden, Bu…” Waktu SD, segala mimpi dan cita-cita berlabuh. Namun cita-cita yang lain kalah saing dengan harapan untuk menjadi Presiden. Lantaran seorang presiden adalah seorang yang tenar, dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia, dan dikenal oleh orang-orang penting di dunia. Selain itu seorang presiden juga memiliki banyak uang dan memiliki pengawal yang setia menjaga disetiap keadaan. Rasanya indah bila bermimpi menjadi presiden, hingga kelas 6 SD, aku mencalonkan diri sebagai perangkat kelas dan suara terbanyak diterima olehku, maka dari itu aku disandangkan suatu beban untuk mengurus dan mengatur kelas, aku terpilih menjadi ketua kelas. Dan bagiku inilah saatnya untuk membina diri, aku menganggap bahwa saat ini akulah yang menjadi presiden di sekolahku, aku kan menjadi pemimpin yang tangguh dan pemimpin yang jujur serta bijaksa...