Mentari memijar sejurus di hadapan lopak mata Desiran ilalang mesrah dibelai angin sejuk yang mendesir Kicauan burung menandakan pagi siap untuk dimulai Embun dingin menandakan dunia siap berpendar Alamku yang indah Walau tak pernah bisa memandingkan keindahan surga Alamku yang ku cinta Disini segala makhluk berpijak Dimana semua makhluk saling menyapakan cinta Sebagai bulir-bulir kasih sayang Ilahi Alamku yang termanis Kau mampu menafkahi setiap makhluk Menaungi banyak umat Namun terkadang manusia tak tahu diuntung Hutanmu dia sisir habis hingga gundul Lautmu hitam pekat Langitmu kini kelabu Alamku, Kau mengerti apa kebutuhan setiap manusia Namun manusia terkadang tak mengerti apa maksudmu Mungkin menunggu kapan dan dimana akan terjadi murkamu Agar segalanya sadar akan kebiadaban. Tanjungpandan, 18 Oktober 2013 Ini adalah naskah saya untuk lomba ini http://lomenulis.com/post/62784084100/lomba-menulis-dalam-bentuk-apa-pun...
Rangkuman | Materi Pembelajaran Sekolah | Tutorial | dan Muslimah Traveling