Skip to main content

Pengelolaan Hasil Alam Indonesia




Kita ini adalah sederet generasi yang harus siap menghadapi palang hadang dalam tiap rintangan zaman. Kita ini adalah pilar dalam pergerakan bangsa dan pijar cahaya bagi kemajuan bangsa. Kita ini pemuda Indonesia yang hidup di negeri Ibu Pertiwi. Negeri dalam dongeng yang kaya akan harta dan budaya. Negara kita ini adalah Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki banyak kekayaan alam, baik di dalam laut, maupun di dalam bumi. Sudah sepatutnya kita bersyukur dengan cara mengelola hasil alam Indonesia secara optimal dan memanfaatkannya dengan bijaksana.
Banyaknya sumber daya alam di negeri ini seharusnya membuat Negara kita menjadi Negara terkaya dalam segala hal. Sumber daya alam Jepang dan Amerika bahkan tidak ada tandingannya dengan Indonesia. Hanya saja mereka menjadi Negara maju atau Negara kaya karena tertampungnya sumber daya manusia yang berkualitas, cerdas, kreatif, dan inovatif yang mampu memanfaatkan segala potensi alamnya seoptimal mungkin.
Tidak dibayangkan seberapa kayanya Indonesia apabila memiliki generasi-generasi unggul layaknya manusia Jepang dan Amerika, yang mampu mengelola hasil alamnya secara optimal. Kita tidak perlu membeli bahan mentah dari Negara lain untuk menciptakan suatu produk baru, karena alam kita mengandung beragam bahan mentah yang bahkan sering dibeli oleh Negara lain.
Pemerintahpun seharusnya lebih aktif melakukan kegiatan tentang pengelolaan optimal potensi alam dan manusia Indonesia, memberikan wadah kepada para generasi yang hendak memajukan produksi dalam negeri dengan hasil alamnya sendiri. Agar kita tak menjadi Negara yang terbodohi dan termimiskini oleh Negara lain. Karena sesungguhnya Negara kita adalah Negara kaya.  Dan hanya satu cara untuk menyingkirkan julukan Negara berkembang atau dalam bahasa kasarnya Negara miskin adalah mengelola potensi alam oleh generasi unggul dan cerdas.

“Negara ini adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, dengan potensi alam yang amat kaya. Untuk mensyukuri anugerah Tuhan tersebut, kita harus mengelola hasil alam kita seoptimal mungkin dan sebijak mungkin.”
 
Tanjungpandan, 18 Oktober 2013




Ini adalah naskah saya untuk lomba ini http://lomenulis.com/post/62784084100/lomba-menulis-dalam-bentuk-apa-pun-dl-31-okt-2013 ikutan yuk :)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

LOGO SMKN 3 TANJUNGPANDAN, LOGO SMKN PARIWISATA TANJUNGPANDAN

RANGKUMAN IPS KELAS 7 TENTANG KERAJAAN HINDU-BUDDHA

1. Munculnya Agama Hindu dan Budha           a. Agama Hindu   Sebelum Hindu lahir, di lembah Sungai Indus (sekarang wilayah Pakistan) telah berkembang kebudayaan yang tinggi yaitu “Kebudayaan Mohenjo Daro dan Harappa” milik bangsa Dravida sekitar tahun 1500 SM. Bangsa Arya melalui celah Kaiber masuk ke India, menakhlukkan dan menguasai kota-kota di lembah Indus yang tadinya dikuasai oleh bangsa Dravida. Dalam penyebarannya suku bangsa Arya ada yang melangsugkan pernikahan dengan orang-orang Dravida sehingga terbentuklah masyarakat dan generasi baru yang disebut “Bangsa Hindu”.   Tradisi dan kepercayaan bangsa Hindu inilah yang disebut agama dan kebudayaan Hindu.     Agama hindu merupakan kepercayaan yang memuja dan menyembah banyak dewa (politheisme) dewa utamanya disebut TRIMURTI terdiri dari Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pemelihara) dan Siwa (dewa perusak). Kitab suci agama Hindu adalah kitab Wed...

Andai Aku Jadi Presiden

       Ketika ditanya oleh bapak, ibu guru di SD, “Apa cita-citamu, Mel?”, dengan bangga aku menjawab, “Mau jadi Ibu Presiden, Bu…” Waktu SD, segala mimpi dan cita-cita berlabuh. Namun cita-cita yang lain kalah saing dengan harapan untuk menjadi Presiden. Lantaran seorang presiden adalah seorang yang tenar, dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia, dan dikenal oleh orang-orang penting di dunia. Selain itu seorang presiden juga memiliki banyak uang dan memiliki pengawal yang setia menjaga disetiap keadaan. Rasanya indah bila bermimpi menjadi presiden, hingga kelas 6 SD, aku mencalonkan diri sebagai perangkat kelas dan suara terbanyak diterima olehku, maka dari itu aku disandangkan suatu beban untuk mengurus dan mengatur kelas, aku terpilih menjadi ketua kelas. Dan bagiku inilah saatnya untuk membina diri, aku menganggap bahwa saat ini akulah yang menjadi presiden di sekolahku, aku kan menjadi pemimpin yang tangguh dan pemimpin yang jujur serta bijaksa...