Saturday, 14 September 2013

Ibu, Navigasi Kesehatan Keluarga (Resep Sehat Keluarga Melia )

Ibu sebagai pilar keluarga berperan penting dalam segala hal, terutama kesehatan dan makanan untuk keluarga. Ibulah sebagai seorang navigator dalam keluarga, yang menjadi arah segala proses dalam keluarga. Dalam hal makanan dan kesehatan ibu, setiap hari ibu selalu mengelola pikiran dan akal agar bisa membuat makanan yang enak dan sehat. Begitupun ibu saya, beliau selalu menyajikan makanan yang tidak hanya sehat dibanding makanan yang beli diluar rumah, tapi juga enak dan bisa mengenyangkan perut, dan pastinya bisa menambah energi untuk beraktivitas.
Oh ya, saya mau bagi-bagi cerita, nih. Tentang kebiasaan dalam keluarga yang biasa ditanamkan oleh ibu saya,cekibrot ….
1.    Sebelum Pergi Sekolah, Harus Sarapan.
Ibu saya setiap pagi telah menyiapkan sarapan, ya walaupun sekedar nasi goreng yang kadang-kadang ditemani ikan goreng dan telur mata kambing, ehh.. ‘sapi’ *Hehe, tapi yang terpenting sesederhana apapun yang penting masakan ibu yang selalu siap sedia di santap dan GRATIS! Selain dengan niat menghargai masakan ibu, juga agar kita berenergi menjalankan aktivitas di luar rumah.
Tapi kebiasaan ini ternyata banyak ditinggalkan oleh anak-anak, bahkan dikelas saya pun banyak yang jarang sarapan, apa ya alasannya? Setelah saya ketahui penyebabnya. Ternyata kebanyakan dari mereka beralasan bahwa, “Ah, males sarapan, gak nafsu, sering mual-mual”. Oh… ternyata setiap perut orang itu berbeda-beda ya, ada yang perutnya bisa menerima sarapan ada yang tidak. Menurut artikel yang saya baca, orang yang tidak nafsu sarapan dikarenakan mual-mual itu disebabkan oleh hormone yang tidak stabil, sakit kepala (walaupun tak semua jenis sakit kepala yang bisa menyebabkan mual-mual), ataupun sedikit gangguan pada Sistem Gastrointestina yang menyebabkan timbulnya penyakit gastroparesis yang menyebabkan timbulnya bebarapa penyakit seperti perut tidak nyaman hingga mual-mual.
Bagi kamu-kamu yang merasa mual saat sarapan, belajar membiasakan sarapan sedikit demi sedikit, Insyaallah kalau sudah terbiasa siapa tahu bisa hilang mual-mualnya. Bagi kamu yang memang malas sarapannya karena sering bangun kesiangan jadi gak punya waktu buat sarapan, ayo bung pasang alarm, remaja jaman sekarang kan hape tak pernah jauh dari bantal tidur, jadi apa salahnya buat setting alarm dulu, asalkan jangan setting alarm nya jam 9 ya, itu mah sama aja boong. *hehehe. Bagi kamu yang memang merasa malas untuk sarapan. Biasakan sarapan, agar bis lebih berenergi menjalankan aktivitas, biar tidak pinsan saat upacara, biar pelajaran yang diterangkan oleh guru tidak sekedar angin lewat lalu tak dilambai. *Caelah

2.    Bawa Bekal dari Rumah ke Sekolah
Sekolah memang sudah kewajiban bagi kita, untuk mencari ilmu biar nantinya bisa menjadi orang yang sukses, iya kan SanConers? Dari 24 jam waktu yang kita miliki, bahkan hampir 10 jam kita berada di sekolah, itu adalah waktu aktif yang kita miliki, sedangkan waktu malam adalah waktu beristirahat atau bahkan waktu kebut hafalan buat ulangan besok, buat menyelesaikan tugas, PR, dan sebagainya, yak an?
Nah maka dari itu, untuk tetap menjaga stamina selama di sekolahan, ibu saya selalu mengingatkan bekal, bahkan sering kali beliau yang menyiapkannya karena  sekitar jam 4 ibu saya sudah bangun untuk mempersiapkan makanan buat keluarga, jadi orang yang pertama bangun untuk mengurusi makanan keluarga di rumah,ya ibu. Sungguh besar cinta kasih ibu kalau dibayangkan, ya.
Ada banyak lho keuntungan bawa bekal dari rumah ke sekolah,misalnya
-          Kita tidak perlu repot-repot ke kantin dan berdesak-desakan untuk beli makanan
-          Tidak perlu keluarkan kocek buat makan di sekolah
-          Uang jajan dari orang tua bisa di tabung buat beli keperluan lain
-          Terjamin kesehatan dan kebersihannya
Jadi sekarang, alasan berat bawa bekal ke sekolah masih kamu junjung?
Alasan malu, kaya anak TK masih di kibarkan?
Cekibrot…. Gak usah gengsi, nanti teman-teman pasti pada niru. Pecaya deh.


3.    Kurangi Mengonsumsi Mie
Mie memang sudah menjadi makanan trand yang murah di jaman yang serba instan ini. Berbagai variasi rasa dan bentuk ditampilkan didalam iklan-iklan menarik yang bahkan dibawakan artis-artis terkenal. Memang saya akui makan mie itu lezat, nikmat, enak, apa lagi dicampu telur dan ditambah cabe, uuuh rasanya gak cukup satu bungkus. *Hehehe. Tapi setalah saya tahu tentang kandungan buruk mie, saya dan keluarga mengurangi mengonsumsi mie, paling tidak sebulan sekali atau bahkan sebulan tidak makan mie. Kalaupun saya lagi pengeeen banget, nafsu banget, saya beli diam-diam, kalau ketahuan ibu pun pasti diceramahi. *Hihihi
Kebanyakan dari kita mengonsumsi mie sebagai lauk atau teman nasi, padahal mereka sama-sama karbohidrat. Kata ibu guru biologi saya waktu SMP dulu, jika kebanyakan memakan nasi bersamaan dengan mie bisa menimbulkan penyakit gula darah.
Selain itu zat-zat yang dikandung didalam mie pun cukup berbahaya bagi kesehatan, misalnya boraks yang biasa digunakan untuk mengawetkan kayu dan formalin yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat. Kedua zat ini bisa menyebabkan keracunan, kanker, bahkan kematian.

4.    Kurangi Jajanan Snack dan Minuman Aneka Warna dan Bersoda
Snack di jaman sekarang sangat mudah untuk ditemui dengan berbagai macam bentuk, rasa, dan aroma. Namun di dalam snack-snack yang selalu menggoda lidah banyak terdapat zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh, seperti pemanis buatan, pewarna buatan, pengawet buatan, dan perasa buatan yang apabila dikonsumsi kebanyakan dalam jangka waktu lama pasti akan menyebabkan gangguan pada kesehatan kita. Begitupun minuman sachet baik dalam bentuk bubuk maupun cair.
Minuman bersoda yang sangat wajib di hari raya pada setiap rumah, ternyata berbahaya bagi kesehatan jika terlalu sering digunakan. Gangguan yang disebabkannya bisa berupa tekanan asam urat di jari kaki, pengeroposan tulang dan gigi, pengeriputan kulit, dan bahkan bisa memicu kanker pankreas, serem kan? Yuk kurangi mengonsumsi minuman bersoda. Air putih yang sederhana pun cukup mengurangi rasa haus.

5.    Biasakan Memberi Makanan Tetangga Dekat
Tidak hanya kesehatan tubuh yang kita perlukan tapi juga kesehatan sosial. Ibu saya kalau membuat kue atau masakan biasanya memberi kepada tetangga, walaupun tetangga dekat rumah saya banget cuman satu, *Hehehe. Diluar untuk menjaga silaturahmi dan keharmonisan bertetangga, juga bisa meningkatkan keeratan dalam kehidupan sosial bertetangga.

Akhirnya, mungkin itu saja resep-resep sehat yang selalu di tekankan oleh ibu saya di rumah. Oh ya lupa, saya punya resep masakan yang sangat cocok dijadikan teman nasi makan siang lho, masakan adalah masakan favorit saya yang sering dimasak oleh ibu, masakan ini adalah masakan khas Negeri Laskar Pelango (Belitung). Mau tau? Cekibrot…


“Resep Gangan Ikan”
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQQs_iOMDrvRRJbZdntrqT-TXRDiJ3YI2eNPebPQgRg37eH2Tz7tABahan:
-          Ikan

Bumbu:
-          1 ruas jari lengkuas
-          1 ruas jari kunyit
-          4 butir kemiri
-          2 siung bawang merah
-          Cabe rawit sesuai selera
-          Garam secukupnya
-          Air asam secukupnya

Cara membuat:
1.    Panaskan air secukupnya ke dalam panci
2.    Haluskan bumbu-bumbunya kecuali air asam
3.    Masukkan air asam kedalam panci dan bumbu yang telah dihaluskan
4.    Masukkan ikan
5.    Tunggu hingga matang
6.    Gangan ikan siap disajikan
Pelengkap :
-          Sambal terasi
-          Lalap mentimun

Selamat mencoba SanConers, semoga makan siangnya kali ini menjadi lahap dengan resep baru.
Sekian resep saya,
Terimakasih….

 

“Resep Sehat” 
 “Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.resepsehat.com persembahan SunCo Minyak Goreng Yang Baik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”



Tanjungpandan, 15 Septermber 2013

0 komentar

Post a Comment