Rangkuman | Materi Pembelajaran Sekolah | Tutorial | dan lainnya

Wednesday, 17 September 2014

MAKALAH APRESIASI TERHADAP SENI TARI SAMAN MELALUI









MUKADIMAH
Tari Saman, Budaya Nusantara yang Mendunia
Segala puji hanya bagi Allah, dimana segala ilmu dan kebaikan berasal. Alhamdulillah karena tuntunan, rahmat, dan karunia-Nyalah kita dapat melanjutkan kehidupan kita terutama kita  tetap dapat menjalani aktivitas kita sehari-hari sebagai para siswa, dan oleh karena perkenaannya pula kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai bentuk tugas Seni Budaya.
Indonesia yang hadir dari berbagai pulau dan suku bangsa, memiliki budaya yang sangat kaya. Berbagai macam kesenian nusantara yang tidak hanya mengandung nilai-nilai keindahan, karakter bangsa, namun juga nilai-nilai historika yang tersirat. Salah satunya yaitu kesenian yang berasal dari Aceh “Tari Saman”. Salah satu kekayaan budaya bangsa yang kini sudah semakin mendunia.
Diharapkan dengan dibuatnya makalah ini, bisa mengunggah kesadaran siapapun yang membacanya agar lebih mencintai, menjaga, dan mengembangkan kekayaan budaya nusantara dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca khususnya siswa-siswi terutama dalam menyusun makalah selanjutnya yang dapat digunakan sebagai referensi.
            Kami mengucapakan terimakasih kepada Ibu yang telah membimbing kami dalam proses belajar-mengajar, dan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, dan jika ada kritik dan saran yang bersifat membangun kami akan menerimanya sebagai bahan acuan mengoreksi diri dan kedepannya dapat menyajikan yang lebih baik lagi dari makalah ini.








KELOMPOK 6


BAGIAN 1
Seni Tari dan Apresiasi Seni Tari Nusantara
               
Pengertian Seni Tari
__________________________

                Seni identik dengan nilai estetika atau keindahan. Seni adalah suatu unsure keindahan yang diciptakan oleh manusia, berasal dari kreatifitas dan imajenasi yang mengandung nilai-nilai keindahan dan menjadi penentu karakter suatu kelompok, budaya, dan bangsa.

            Seni dibagi menjadi 5 cabang yaitu seni musik,seni rupa, seni sastra, seni teater, dan seni tari. Dalam pembelajaran Seni Budaya, cabang seni yang biasa dipelajari adalah seni musik, seni tari, dan seni rupa, sedangkan seni sastra dan teater (Drama) dimasukkan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

            Pada saat ditanya mengenai tari, maka yang jelas tergambar di benak kita adalah suatu gerakan, ntah itu gerakan yang gemulai dan feminim, maupun gerakan dinamis dan maskulin. Tidak ada yang salah, karena pada dasarnya tarian itu adalah suatu gerakan. Untuk memperjelas, berikut beberapa pengertian seni tari menurut ahlinya:

1.       Tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. (Suryodiningrat)

2.      Tari adalah gerak-gerak yang diberi bentuk ritmis dari badan di dalam ruang. (Cooric Hartong)


3.      Tari adalah desakan perasaan manusia dalam dirinya yang mendorong untuk mencari ungkapan yang berupa gerak-gerak ritmis. (Kamaladevi Chattopadhyay)

4.      Tari adalah gerakan ritmis yang bertujuan untuk menghadirkan karakter manusia, sebagaimana mereka bertindak dan menderita. (Aristoteles)


            Pada kesimpulannya tari adalah gerak seluruh tubuh dari ujung kaki sampai ujung kepala yang diiringi oleh pemusik/ritmis, dilakukan pada tempat dan waktu tertentu, diperuntukkan untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Sedangkan yang dimaksud tari daerah Nusantara adalah segala macam ragam tarian yang tumbu dan berkembang di wilayah nusantara. 

Apresiasi Seni Tari Nusantara
______________________________________

            Apresiasi berasal dari bahasa Inggris “appreciation” yang berarti penghargaan, penilaian, pengertian, bentuk itu berasal dari kata kedua “to appreciate” yang berarti menghargai, menilai, mengerti. Apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin, dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang. (Aminuddin, 1987).

            Apresiasi seni tari nusantara adalah kegiatan menilai, menghargai, dan menghayati beragam tari tradisional Nusantara.




BAGIAN 2
Tari Saman
______________

                Tari Saman adalah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa disampaikan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. (Wikipedia)

            Tarian Saman biasa ditampilkan sebagai media dakwah/penyampaian pesan, hiburan, dan upacara adat, seperti memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tarian Saman menyimbolkan tentang kekompakkan, kepahlawanan, sopan santun, dan kebersamaan. Tarian ini adalah tarian tradisional Nusantara yang ditarikan dalam satu kelompok pria-pria dan wanita-wanita muda yang mengenakan pakaian adat. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian ini adalah Rapai (mirip rebana), tapi biasanya tari Saman dibawakan tanpa iringan alat musik tetapi menggunakan suara yang berasal dari penari itu sendiri, baik berupa nyanyian maupun tepukan tangan pada dada dan pangkal paha para penari.

            Dalam tarian Saman, kecepatan, ketepatan, dan kekompakkan gerak antarpenari adalah unsure yang sangat penting. Dibutuhkan konsenterasi tinggi untuk meyeimbangkan diri, gerakan tubuh, dan nyanyian yang akan menambah kedinamisan gerakan. Ada beberapa cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman, yaitu :

Figure 1: Penari Saman menggenakan pakaian adat

-          Regum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
-          Dering, suatu regnum yang segera diiukuti oleh semua penari.
-          Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian pertengahan tari.
-          Syek, yaitu kagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
-          Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. (Wikipedia)
Figure 2 : Tari Saman dibawakan oleh perempuan dengan menggunakan jilbab
            Jumlah penari dalam tari Saman adalah lebih dari sepuluh orang dengan syarat jumlahnya harus ganjil. Pada dasarnya tarian saman hanya dibawakan oleh laki-laki, namun kini sudah tidak asing lagi apabila dibawakan oleh perempuan. Biasanya perempuan-perempuan yang menampilkan tari Saman mengenakan penutup kepala atau jilbab. Untuk mengatur gerakan tarian yang begitu dinamis ini, maka ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syeikh. Selain untuk mengatur gerakan para penari, syeikh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman, yaitu ganit.

             
Figure 3: Tari Saman ditampilkan di China
Figure 4: Tari Saman dipertunjukkan di peringatan hari anak internasional
           
            Pada tanggal 24 November 2011, tari Saman masuk ke dalam Daftar Representatif Budaya tak benda warisan manusia dalam sidang ke 6 komite Antar Pemerintahan untuk perlindungan warisan budaya tak benda UNESCO di Bali. Tari Saman sudah ditampilkan di berbagai Negara.

Berikut adalah pola lantai atau formasi yang digunakan dalam Tari Saman :

 1.
Pada formasi berikut, dengan jumlah penari 25 orang, 13 orang berada di depan dan 12 orang penari berada di belakang dengan posisi selang seling menghadap ke depan. Pada formasi ini gerakan penari yaitu berawal dari berdiri pada saat baru memasuki panggung.


2. 
 











Dari formasi pertama, kemudian penari yang dibelakang maju ke posisi depan dan mensejajarkan posisi menghadap ke depan. Pada formasi inilah penari mulai bergerak dari lamban ke gerakan yang dinamis dan energik. Hanya tangan kekuatan utama tarian ini, gerakan telapak tangan dan jemari serta tepukan tangan dapat membuat penonton tercengang saat menyaksikannya.


3.

        Dari formasi kedua, 12 penari memisahkan diri ke posisi belakang. Lantaran dalam pertunjukkan Tari Saman yang ditarikan di China kali ini menggunkan dua warna kostum yang berbeda, warna merah dan warna hijau, jadi pada formasi ini, 12 penari yang menggunakan kostum berwarna hijau berada di belakang menghadap serong kanan sedangkan yang berkostum merah berada di depan dengan menghadap serong kiri. Pada formasi ini, penari melakukan tepuukan pada pangkal paha dan menggerakkan kepala mereka dari atas ke bawah diisi dengan gerakkan-gerakkan lainnya.


4. 
 
ke 4, formasi berubah kembali seperti formasi yang ke 2. Pada bagian ini penari menunjukkan suatu gerakan yang sungguh menakjubkan.
  

5.

Formasi ini sama dengan formasi ke 3, hanya saja yang menggunakan kostum hijau berada di depan sedangkan yang menggunakan kostum merah berada di belakang.
 

 6. 


      Posisi yang sama dengan posisi nomor 2 kembali. Pada bagian pemain menunjukkan gerakan tangan yang saling bertaut antara penari yang satu dengan penari yang lain dengan gerakkan yang menakjubkan.

7. 
 

Formasi yang ke 7 ini berbeda sekali dari formasi-formasi sebelumnya, bisa dibilang ini adalah formasi yang cukup rumit dalam Tari Saman, lantaran penari hanya bisa berpindah posisi disaat sedang duduk dengan menggunakan enjutan tubuh. Pada bagian ini, gerakkan yang ditampilkan sangat dinamis.

8. 


Ini merupakan formasi terakhir dalam Tari Saman, sama seperti formasi di nomor 2 dan sebagainya. Pada bagian ini gerakkan sedikit lembut dan dinamis ada. Ada gerakkan tangan antar pemain yang membuat penonton tercengang dan bertanya-tanya bagaimana gerakkan itu bisa dilakukan.


PENUTUP DAN KESIMPULAN
                          Tari Saman, Budaya Nusantara yang Mendunia
            Telah kita sadari, Indonesia memiliki begitu banyak pulau, yang setiap pulau terbagi atas berbagai daerah, yang setiap daerah terkadang memiliki kebudayaan tersendiri. Kebudayaan yang telah ada dari zaman dahulu haruslah dipertahankan sebagai kekayaan budaya bangsa, tidak hanya dipertahankan, tapi juga dikhayati, dikembangkan, dan dimajukan ditengah peradaban dunia yang semakin maju dan berkembang. Modernisasi yang dialami oleh dunia, bisa dengan cepat mematikan dan membumihanguskan kebudayaan tradisional, terkadang dibawah kesadaran kita sebagai masyarakat suatu bangsa.
           
            Perkembangan dunia juga bukanlah hal yang harus kita hindarkan, namun harus kita manfaatkan dengan sebaik mungkin dalam rangka memperkenalkan kepada masyarakat dunia bahwa kita memiliki budaya yang sangat kaya.
           
            Kegiatan mengapresiasi karya seni nusantara adalah salah satu cara untuk mengingat dan menyadarkan kita kembali, bahwa kita memiliki banyak budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Seperti makalah mengapresiasi Tari Saman ini, kami belajar banyak hal baru mengenai Tari Saman. Suatu karya seni manusia yang tumbuh dan berkambang dari Suku Gayo di Aceh bisa menjadi suatu karya seni yang mendunia dengan menyandang “kekayaan budaya nusantara” kita patut bangga.
           
            Pada kesimpulannya, kita adalah bangsa yang tumbuh dari berbagai budaya yang berbeda, dan memiliki cirri khas yang berbeda pula. Hal itulah yang patut kita banggakan, jaga, khayati, dan lestarikan, agar walaupun terjadi terjadi perubahan global, kita masih kokoh mempertahankan segala jenis kebudayaan yang kita miliki. Karena kaya akan budaya adalah karakter bangsa Indonesia ditengah-tengah dunia, sedangkan karakter yang kuat akan membuat orang kenal siapa kita.

 

Kasih Kado Unik Yuk!!

Kasih Kado Unik Yuk!!

Join Ya :)

Total Pageviews

@melia_ni. Powered by Blogger.