Sunday, 4 May 2014

Soal-Soal Sejarah Kelas 1 SMK (10) Kurikulum 2013 Tentang Akulturasi Kebudayaan dan Proses Islamisasi di Indonesia

Hai kamu :) yang cantik dan ganteng (cie senyum-senyum)...
Kali ini saya akan bagi-bagi soal sejarah kelas 10 SMK beserta jawabannya, kurikulum baru ya
tentang Akulturasi Kebudayaan dan Proses Islamisasi di Indonesia,

Yaudah langsung aja, Cekidot...


Soal :
1. Apa yang dimaksud dengan akulturasi kebudayaan?
2. Berikan contoh hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha denggan kebudayaan Indonesia asli!
3. Berikan contoh kebudayaan material (material culture) dan kebudayaan kerohanian (spiritual culture)!
4. Jelaskan proses Islamisasi di Indonesia!
5. Jelaskan golongan pembawa agama Islam di Indonesia!
6. Jelaskan bukti-bukti masuknya Islam di Indonesia sejak masa awal!
7. Jelaskan mengama agama Islam bisa cepat diterima oleh masyarakat!
8. Jelaskan teori-teori masuknya Islam di Indonesia!
9. Jelaskan bahwa agama Islam disebarkan di Indonesia dengan cara damai!
10. Jelaskan peranan para pedagang dalam penyebaran agama Islam!

Sip, soalnya udah, kali ini jawabannya,

Jawaban :
1. Akulturasi kebudayaan adalah proses pencampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga membentuk kebudayaan baru.

2. - Seni Bangunan contohnya Candi Borobudur;
    - Seni Rupa dan Seni Ukir contohnya relief-relief di dinding candi;
    - Seni Sastra dan Aksara contohnya tutur, kitab hukum, dan wiracerita. Wiracerita Baratayuda telah  digubah oleh Empu Sadah dan Empu Panuluh dan ceritanya dituangkan dalam kesenian perwayangan.
    - Sistem Kepercayaan, misalnya menjadikan candi sebagai tempat pemakaman raja-raja, dan candi sebagai tempat pemujaan, berarti sudah ada kepercayaan terhadap kehidupan sesudah kematian dan kepercayaan terhadap ruh nenek moyang.
    - Sistem Pemerintahan, misalnya mengangkat seseorang menjadi pemimpin bagi masyarakat, orang-orang yang dipilih biasanya memiliki kelebihan di bidang ekonomi, berwibawa, kesatria, dan memiliki kesaktian.

3. Kebudayaan material contohnya seni bangunan, patung, relief-relief, dan cerita Baratayuda. Kebudayaan Kerohanian contohnya moral, sistem kepercayaan kepada ruh nenek moyang.

4. Proses Islamisasi di Indonesia yaitu melalui perdagangan, melalui perkawinan, melalui pendidikan dengan didirikannya pasantren dan hadirnya para pemuka dan penyebar agama Islam (Kyai, ulama, pendakwah, ustadz, wali songo), melalui seni budaya seperti pertunjukan wayang yang menceritakan kisah-kisah islami, melalui sistem politik atau melalui penguasa kerajaan.

5. Pembawa Islam di Indonesia adalah para pedagang dari Gujarat, pedagang lokal yang melakukan interaksi dengan pedagang Gujarat, Ulama, raja atau golongan bangsawan, dan seluruh umat muslim.

6. Ditemukannya Makam Fatimah binti Maimun pada abad ke 7, berdirinya kerajaan Samudera Pasai pada abad ke 12, ditemukannya Makam Sultan Malik As-Saleh, Berita Itsin dari Cina, dan Bukti dari Ibnu Batuta.

7. Islam bisa dengan cepat diterima masyarakat Indonesia adalah karena untuk masuk Islam syaratnya mudah, dalam Islam tidak mengenal kasta, Upacara keagamaannya sederhana, disebarkan secara damai, dan karena keruntuhan kerajaan Hindu-Buddha

8. - Teori Gujarat, teori ini mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan dibawa oleh pedagang dari Gujarat.
    - Teori Persia, teori ini mengatakan bahwa Islam di Indonesia berasal dari Persia (Iran) karena budaya dan tradisi masyarakat Persia dan masyarakat  Indonesia memiliki banyak kesamaan.
    - Teori Arab, teori ini menyatakan bahwa Islam di Indonesia berasal dari negeri asalnya sendiri (Arab) dan dibawa oleh para musafir ke Indonesia.

9. Islam disebarkan di Indonesia secara damai, maksudnya dalam penyebaran agama Islam tidak berdasarkan paksaan dan tanpa kekerasan, dan untuk masuk agama Islam pun tidak perlu mengubah kebudyaan setempat, atau sesuai dengan budaya yang berlaku di tempat itu.

10. Para pedagang adalah mereka yang pertama kali membawa Islam ke Indonesia dan kemudian menyebarkannya melalui interaksi dengan pedagang lokal dan melalui pernikahan dengan masyarakat lokal.


Do

0 komentar

Post a Comment