Rangkuman | Materi Pembelajaran Sekolah | Tutorial | dan lainnya

Tuesday, 13 August 2013

Andai Aku Jadi Presiden


       Ketika ditanya oleh bapak, ibu guru di SD, “Apa cita-citamu, Mel?”, dengan bangga aku menjawab, “Mau jadi Ibu Presiden, Bu…”
Waktu SD, segala mimpi dan cita-cita berlabuh. Namun cita-cita yang lain kalah saing dengan harapan untuk menjadi Presiden. Lantaran seorang presiden adalah seorang yang tenar, dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia, dan dikenal oleh orang-orang penting di dunia. Selain itu seorang presiden juga memiliki banyak uang dan memiliki pengawal yang setia menjaga disetiap keadaan.
Rasanya indah bila bermimpi menjadi presiden, hingga kelas 6 SD, aku mencalonkan diri sebagai perangkat kelas dan suara terbanyak diterima olehku, maka dari itu aku disandangkan suatu beban untuk mengurus dan mengatur kelas, aku terpilih menjadi ketua kelas. Dan bagiku inilah saatnya untuk membina diri, aku menganggap bahwa saat ini akulah yang menjadi presiden di sekolahku, aku kan menjadi pemimpin yang tangguh dan pemimpin yang jujur serta bijaksana. Itupun akhirnya terwujud sampai akhir masa SD, suatu kemenangan tersendiri bagiku, bisa menjadi ketua kelas yang isinya orang-orang bandel semua.
Ketika beranjak masa SMP, rasa nasionalisme dalam diri benar-benar muncul, tumbuh, dan mulai berkembang. Aku hobi sekali membaca buku berbau politik, khususnya buku-buku tentang Presiden SBY. Mimpiku untuk menjadi presiden semakin besar dan kuat saja. Sehingga aku seringkali mengutarakan pendapat sendiri dan di simpan dalam memori, bahwa jika aku jadi presiden nanti, langkah ini yang akan aku jalani.
Dan andai aku jadi presiden nanti…
1.    Aku ingin Pancasila benar-benar menjadi pijakan dan menjadi ideologi yang benar-benar bisa mengatur bidang kehidupan berbangsa dan benegara. Setiap generasi benar-benar diberi pemahaman tentang Pancasila sebagai satu-satunya pijakan dalam bertindak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2.    Aku ingin bahwa setiap manusia Indonesia diberikan pembelajaran PKn dan sejarah kemerdekaan Indonesia berupa pemahaman tentang arti kemerdekaan, sehingga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme  bagi setiap warga Negara. Dengan itu setiap generasi benar-benar mempunyai sikap cinta tanah air dan ingin berjuang demi tanah air.


3.    Karena setiap warga negara memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, maka otomatis tak kan ada para pejabat yang berani menjadi dual profesi (*kaya hape aja, tapi kalau hape dual SIM), Politisi dan Tukang Korupsi. Apakah seiring waktu berjalan petinggi akan seperti ini?

4.    Mimpinya, ingin menghapuskan peraturan bahwa polwan dilarang menggunakan jilbab. Hingga saat ini, aku belum menemukan alasan logis mengapa polwan dilarang menggunakan jilbab. Karena rasa kontra saya bahkan pernah bertanya langsung dengan anggota kepolisian, “Pak, apa benar bahwa peraturan sekarang melarang Polwan untuk menggunakan Jilbab?”, Beliau menjawab, “Ya, benar!” dan jawaban panjang lebar lainnya, namun yang paling menyesakkan, beliau berkata, dengan jilbab bisa memengaruhi pelayanan. Bagaimana dengan generasi-generasi Polwan yang berhijab, yang telah menanmkan cita-citanya sejak kecil? Berarti pemerintah mematikan generasi-generasi muda yang KATANYA menjadi pilar Negara.
Lalu dimana Pancasila yang katanya dasar Negara dan mengatur segala urusan bangsa dan Negara? Sudahkah nilai-nilai Pancasila terhapuskan? Padahal jelas pada naskah Pancasila, sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang arti luasnya bahwa setiap warga Negara wajib memiliki agama sesuai keyakinannya masing-masing, dan buat para petinggi, agama itu selalu dinomorsatukan, karena dalam agama terdapat segala peraturan yang tidak hanya menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara namun lebih dari itu, dunia akhirat. namun mengapa dalam peraturan perundang-undangan tidak menimbangkan sisi keagamaannya???
kalo polwan (Muslimah) kaya gini?


5.    Pemerataan Pendidikan
Negara Indonesia sebagai Negara yang terdiri dari beribu pulau dan beratus ras dan kebudayaan membuat pemerataan pembangunan menjadi terhambat, dikarenakan kekurangan akses transportasi dan lain sebagainya. Sehingga daerah-daerah terpojok yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan menjadi tertinggal jauh dengan lingkungan luar yang sedang mengalami globalisasi. Tidak heran orang-orang yang tinggal di daerah pedalaman tidak mengenal pendidikan, tidak mengenal apa itu Indonesia, tidak tahu siapa presiden mereka, dan tidak bisa menggunakan bahasa persatuan. Tragis ya… 


6.    Aku ingin memberikan wadah kepada setiap bakat generasi-generasi muda Indonesia, sebagai tempat dimana mereka bisa mencari, menemukan, mengasah, hingga bisa mamanfaatkan bakat mereka. Seperti apa yang dikatakan seorang motivator, Leo Buscaglia,”Bakatmu adalah hadiah pemberian dari Tuhan. Memanfaatkannya adalah caramu membalasnya pada Tuhan.” Karena bakat-bakat mereka inilah yang nantinya bisa menjadi tombak kemajuan dan eksistensi bangsa dan Negara Indonesia. 
Selain itu generasi muda juga bisa terlibat dalam komunitas-komunitas sesamanya, diluar untuk mengisi waktu-waktu senggangnya, mereka bisa juga bisa memperluas pertemanan, berbagi ilmu, dan segala hal yang positif, daripada buat geng-geng hasilnya biasanya kaya gini nih...

7.  Pemisahan antara pusat pemerintahan dengan pusat bisnis, karena yang terjadi di Indonesia begitu. Contoh Jakarta, Jakarta adalah pusat pemerintahan, sekaligus menjadi pusat bisnis. bagaimana tidak Jakarta menjadi tanah yang semakin hari semakin suram saja. Dikarenakan 2 faktor besar berada dalam lingkup yang sempit dan sama.

8.   Meningkatkan generasi Indonesia yang mencintai budaya bangsa yang khas agar tidak hilang dimakan era globalisasi. Menjamurnya tradisi kebarat-baratan sekarang justru membuat anak-anak bangsa lupa diri akan tradisinya, sebagai identitas asli dirinya ia lupa dan melupakan bahkan tak mau tau tentang itu. Ketika di tanya tentang kebudayaan bangsa? Jawabannya... kaya gini nih...
Ini nih kebiasaan dari TK, SD, SMP, SMA, de es te. Waktu di tanya guru, liat ke langit-langit kelas, pura-pura tau padahal kagak tau. Ngaku hayooo.. 
Perlu ditanamkan tentang kebudayaan dimana saja, karena budaya Indonesia ini adalah budaya yang kaya, maka dari itu negara tetangge sebelah itu selalu memasang strategi untuk mengusik dan mengakui berbagai seni budaya kita.


9. Penanaman akhlak, ini kunci yang paling simple yang perlu ditanamkan sejak dini. walaupun tergantung kepada keluarga dan masyarakat serta lingkungan pergaulannya, namun tetap perlu ditanamkan dilingkungan sekolah de es be dengan tegas.



10.    Namun segala apa yang dituturkan  diatas butuh proses yang lebih keras, karena saat ini hal tersebut hanyalah sebuah perencanaan besar, yang bila mana impian untuk menjadi presiden yang saat ini hanyalah mimpi yang masih buram itu tercapai berarti segala hal diatas bisa dilaksanakan dengan perlahan, bilamana penuturan diatas bisa dibaca dan dilihat oleh petinggi di generasinya dan dijadikan bahan untuk menjadi inspirasi dalam pembangunan Negara tercinta ini bahkan lebih bagus lagi, karena lebih cepat lebih baik.

Sebagai pembinaan diri untuk menjadi presiden, saya seharusnya…
“Tantangan kepemimpinan adalah untuk menjadi kuat, tetapi tidak kasar; menjadi baik, tetapi tidak lemah; menjadi berani, tapi tidak menggertak; menjadi bijaksana, tetapi tidak malas; menjadi rendah hati, tapi tidak pemalu; bisa dibanggakan, tapi tidak sombong; memiliki humor, tanpa menjadi bodoh.” (Jim Rohn Quotes)

semoga generasi kita nanti menjadi generasi seperti ini...


Kasih Kado Unik Yuk!!

Kasih Kado Unik Yuk!!

Join Ya :)

Total Pageviews

Blog Archive

@melia_ni. Powered by Blogger.